Bulutangkis di Indonesia bisa dibilang salah satu olahraga favorit selain sepakbola. Ada yang bilang Indonesia adalah Nation of Badminton. Tak salah sebutan itu, mengingat banyaknya prestasi kelas dunia yang dicetak dari cabang tepok bulu angsa ini. Kita pun punya atlit-atlit kelas dunia, Liem Swie King, Rudy hartono, Christian Hadinata, Imelda Wiguna, Susi Susanti, Alan Budikusuma, Taufik Hidayat, dll. Pasti kita sudah tahu seberapa besar prestasi yang mereka cetak. Tapi itu dulu, sekarang bulutangkis kembang kepis menghidupkan lagi prestasinya. Puncaknya pada saat Olimpiade 2012 lalu, tak satupun emas dari cabang bulutangkis, jangankan emas, perunggu pun tak ada. Belum lagi kegagalan dari Thomas Uber Cup 2012, yang hanya mencapai babak perempat final.
Disini, tak aku bahas soal kegagalan itu..itu hanya flashback di era kepengurusan lama. Saat ini PB PBSI mempunyai jajaran pengurus baru. Di komandani oleh Menteri Perdagangan Indonesia, Gita wirjawan, pecinta bulutangkis mengharap angin segar dari terpuruknya prestasi. Harapan itu semakin menjadi ketika pak Gita memboyong pulang Rexy Mainaky yang selama ini menjadi pelatih di luar negeri. Mainaky bersaudara diajak bergabung untuk menangani pemain-pemain pelatnas. memang yang baru bergabung baru Richard Mainaky (pelatih Ganda campuran) dan Marleve Mainaky (pelatih Tunggal putra), Reony Mainaky masih belum bergabung karena masih ada kontrak di jepang hingga tahun depan. Bahkan Gita Wirjawan pun juga mengaja mantan ratu bulutangkis Indonesia, Susi Susanti untuk menemani Rexy mencetak generasi baru bulutangkis Indonesia. Beberapa pelatih yang dulu hengkang dari pelatnas, diajak kembali oleh pak Gita untuk kembali melatih dipelatnas.
Disadari atau tidak, beberapa bulan setelah pak Gita memimpin PBSI sedikit demi sedikit prestasi mulai muncul. di Mulai dari Hendra/Ahsan yang menjuarai Malaysia Super Series pada bulan Januari (koreksi kalo salah), Hanna Ramadhini (juara tunggal putri Vietnam Intl. Challange), di Australia GPG kita meraih 3 gelar (ganda putra, ganda putri, ganda campuran), 2 gelar dari New Zealand Gp (lewat ganda putra dan ganda campuran). Bahkan Tontowi/Liliyana sukses membawa pulang medali emas All England ke dua kali setelah mereka juara di tahun 2011, mereka pun sukses mencetak hattrick di india super series.
Perlahan gelar demi gelar berhasil diraih, tak banyak tapi cukup membawa hasil di era kepimpinan Gita wirjawan.
Perjalanan masih panjang, masih banyak turnamen yang harus di ikuti, masih banyak gelar juara yang harus diraih. Bulan ini ada Sudirman Cup, piala asli Indonesia itu hanya pernah mampir di negeri asalnya sekali yaitu tahun 1989. Sudah sangat lama pecinta bulutangkis menghrapakan piala itu pulang kampung ke negerinya. Bulan ini kita punya kesempatan meraihnya. Tak mudah memang, kita satu grup dengan China, yang mendominasi semua nomer, begitu pun dengan India yang bisa dibilang saat ini mempunyai pemain-pemain yang tak bisa dianggap remeh. Peluang tentu ada, hanya tinggal bagaimana atlit berjuang mengambil peluang itu. Target PBSI tak muluk-muluk, masuk Semufinal sudah bersyukur. tapi di hati yang paling dalam pecinta bulutangkis ingin Indonesia juara. Semoga. Doa, dukungan kita selalu menyertai setiap perjuangnmu..
Selamat Berjuang. :)


0 komentar:
Posting Komentar