Minggu- minggu ini jagat olahraga sedang mempunyai hajatan besar yaitu Olimpiade London 2012. Seluruh negara dari penjuru dunia hadir di London untuk menunjukkan siapa yang terbaik dan terkuat di olaharaga, tak terkucuali Indonesia. Indonesia sendiri memberangkatkan 22 atlit dari berbagai cabang olahraga. Seperti olimpiade sebelumnya, negara ini masih mengandalkan bulutangkis untuk menggenggam emas. Di bulutangkis Indonesia mengirimkan 9 atlit terbaiknya, Taufik hidayat & Simon santoso (Tunggal Putra). Adrianti Firdasari (Tunggal Putri), M.Ahsan-Bona Septano (ganda putra), Greysia-meiliana (ganda putri) dan Liliana natsir- Tontowi Ahmad (ganda campuran).
Sekedar informasi bahwa sejak bulutangkis dipertandingkan di olimpiade Barcelona 1992 Indonesia selalu meraih medali emas. Kala itu emas dipersembahkan oleh Susi santi di tunggal putri dan Alan Budikusuma di tunggal putra, nereka pun menjadi pengantin olimpiade.
Dan 20 tahun setelah olimpiade Barcelona, mungkin adalah cerita tragis bulutangkis Indonesia di olimpiade.
Olimpiade tahun ini merupakan punca kesedihan, kekecewaan teramat dalam bagi pecinta bulutangkis tanah air. Gagal di piala thomas 2012, tahun 2011 tak ada juara dunia, minim gelar super series, dan olimpiade jadi puncak kegagalan itu.
Di diskualifikasinya ganda putri semakin menambah miris nasib bulutangkis di olimpiade. Kalau saya melihat memang ganda putri kita tak bermain seperti biasanya, saya tak melihat semangat yang menggebu yang biasa ditunjukan greysia pollii. Di duga ingin ngalah mereka mendapat "BLACK CARD" yang artinya di diskualifikasi. miris..??? tentu...siapa yang tak sakit hati melihat pemain kebanggan kita, di "usir" dengan tidak terhormat..
Akhirnya.. harapan meraih emas juga pupus setelah ganda campuran tontowi-liliana gagal ke final..ketika itu saya masih berharap dapat membawa pulang perunggu dari bulutangkis..lagi dan lagi kekecewaan itu datang, perunggu pun terbang ke tangan Denmark.Siapa yang salah?? apa ini akibat kesombongan pengurus PBSI yang tak mau mengakui keterpurukan bulutangkis kita? di kritik mantan atlet pun, pengurus PBSI tetap bersikukuh tak ada keterpurukan. bisa dibilang mungkin senjata makan tuan. Jika sudah begini siapa yang mau disalahkan? Atlit sudah minta maaf secara tulus pada bangsa ini karana gagal meraih medali.. sedangkan pengurus?saya belum denger tuh.. atau mungkin akan ada kata "evaluasi" lagi yang jadi andalan?
Sebagai penggemar bulutangkis, sedih rasanya, melihat olahraga kebanggan bernasib seperti ini.. keinginan mendengarkan Indonesia Raya berkumandang tak kesampaian.
Semoga ini bukan awal dari keterpurukan bulutangkis, semoga ini akhir dari keterpurukan..
Semoga pengurus, pemerintah terutama mau membenahi semua ini..tak hanya evaluasi yang hanya terucap, tapi juga tindakan nyata..
Semoga saya masih bisa mendengarkan lagu kebangsaan dan merah putih berkibar dari bulutangkis..
Semoga saya pun masih mempunyai cerita-cerita membanggakan dari olahraga ini untuk anak-anak saya nanti..
Terima kasih untuk para atlet yang telah berjuang, beban di pundak kalian memang sangat berat..
kalian adalah pahlawan sejati..:D
Ayoo bangkit...!! Jayaalah kembali bulutangkis Indonesia..